ursone

ursone by fassa76
ursone, a photo by fassa76 on Flickr.

the Ursone family burial,,,kuburan tua yang ada di pandu bdg milik keluarga Ursone,,menurut prasastinya mereka berasal dr italia, menjadi pengusaha bandung pada awal2 berdirinya bandung….selidik pny selidik mereka sebuah keluarga yg menyumbangkan tanah buat teropong bintang Boscha loh!

Walahar 1925

view sebagian bendungan walahar..
view sebagian bendungan walahar..

beberapa saat lalu awal maret ini sy main menengok temen yg br melahirkan…belum nyampe rumahnya sy kaget lihat view yang satu ini waw bagus banget..segar walaupun hawanya panas di daerah karawang…nama bendungan yang dibangun belanda taun 1925 ini, ‘walahar’ membantu mengatur air (irigasi) di daerah yang mayoritas petani sawah…irigasi ini sangat berhasil terbukti dengan daerah karawang yg merupakan lumbung padi bagi jabar…karena dibangun oleh ahli perairan bentuk bangunannyapun cukup artistik dan kokoh..

Patung taman Villa Isola

jaman sekarang

jaman sekarang

Jarang sekali patung patung yang bercirikan klasik eropa di kota bandung ini, hanya sedikit
setahu saya satu di taman maluku patung pastor, beberapa patung di dalam taman komplek santa
ursula jalan supratman, dan sangat jarang yang peduli dengan keberadaan patung2 ini,
seringnya dilupakan, padahal dari segi kebedaraan dan  penggarapannya patung2 ini cukup
bernilai sejarah, disini saya sertakan 2 buah foto jaman sekarang dan dulu, patung penghias
kolam taman isola ini 3 anak yang saling membelakangi dan memanggul baskom yang berisi air
pancuran, sangat natural eropa bergaya

jaman dulu th 30an..clear view ya

jaman dulu th 30an..clear view ya

klasik, yang satukesatuan dengan bangunan isola
sayang tangan2nya patah..

Locomotive CC 5012 Mallet

cc 5012 cibatu

cc 5012 cibatu

kenapa di sebut mallet? karena penemu dan pembuatnya bernama Antoine Mallet orang Swiss
dibuat tahun 1924, difoto di station cibatu garut sekitar tahun 1980an oleh orang belanda,
loco jenis CC banyak di temukan sekitar cibatu garut, karena cocok dengan kontur tanahnya
gabungan datar dan menanjak sedang, sedangkan kapasitasnya termasuk sedang, saya pun pernah
naik kereta api ini, sekarang sebagian kepalanya masih ada dan diletakan disamping
dipo(bengkel kereta) station, tidak seperti jenis DD yang ada di daerah bandung karena bolak
balik bandung jakarta yang medannya berat dan beroda Dobel besar2 8 buah.

Tower di Jatinangor

fungsinya apa ya?

fungsinya apa ya?

Ada yang tahu fungsi tower ini? ternyata tower jam untuk penunjuk waktu pekerja kebun kopi
fungsinya, sewaktu smp taun 88an  saya sempet kemping ke bukit kiara payung jabar, sebelum didirikan
Unpad di jatinangor dan melihat tower ini dari jalan tanah menuju tempat kemping, dulu
jalannya tanah merah gersang dan batu2, seinget saya di tower ini ada tiang besi untuk
bendera karena ada gerekan talinya, tapi bentuknya lupa, kelihatannya sekarang direnovasi, posisinya jauh dari jalan raya,ditengah2 pepohonan dan lapangan,
fakta yang lain sekitar tower banyak kuburan2 belanda, dan bekas pondasi2 rumah,juga bekas pabrik mungkin bekas bang.kebun kopi

Dispenser Klasik

dispenser made in england,kita juga pake "kendi"..

dispenser made in england,kita juga pake "kendi"..

Setiap hari kita gak mungkin lepas dari yang namanya dispenser minuman mineral dengan macem2
merk baik pake pemanas atau cuma fresh water, beberapa tahun ke belakang masih banyak jenis
dispenser yang memakai keramik sekarang agak2 kurang ya, kebanyakan dari pastik yang buatan
cina miyako,dll. Waktu berkunjung ke mess Malabar pangalengan saya nemu dispenser sebelum
jaman perang buatan England yang dulu punyanya Mr.K.A.R Boscha pendiri perkebunan malabar
dan Peneropong bintang(observatorium Boscha) di lembang, tapi dispenser yang ini dilengkapi
filter, coba diminum air rasanya segar, jaman dulu juga orang pribumi pakai dispenser cuma
dari Kendi beli dipasar harganya murah rasanya gak kalah segar dan dingin apalagi diminum
setelah pulang main panas2an atawa maen boy boyan

Cemilan Klasik

Permen caramel Hopjes

Permen caramel Hopjes

jenis jajanan permen yang pernah ada jaman dulu sekarang sudah tidak diproduksi lagi kalaupun ada gak pernah liat,kalau gak bawa dari negeri asalnya Belanda,sayapun dibawain oleh oleh teman bapak saya yang orang sana, ternyata ngobrol sama orang2 tua dulu emang jajanan kita namanya pun sama Hofjes, kalau sekarang ada tetapi buatan Pangalengan permen susu karamel bahannya sama cuma gak pake rasa kopi.

Station Cibatu bagian 2

Sewaktu kecil Sy tinggal di jl Ki hajardewantara no 20 Cibatu, kakek saya bernama Somadinata dan Somamihardja, awal2 masa kecil dihabiskan di rumah kakek dengan bangunan tua peninggalan jaman dulu dengan lantai2 indah bermotif klasik, sehingga sampai sekarang selalu berkesan dengan bangunan2 tua, selalu suka dengan bangunan tua apapun bentuknya, terutama sebelum Tahun 50-an, karena dibangun dengan alasan benar dibangun dengan perhitungan apik dan cermat intinya kagum dengan proses pembuatannya  garis2nya tegas.

Papah lahir di salah satu rumah tua di kompleks rumah dinas station cibatu bernomor geverfd 23 disalah satu panel di tembok bertuliskan “Geverfd 8-1937” waktu tulisan ini diketik..belum punya informasi artinya, kemungkinan nama orang yang membuat…ayo kita cari tau lagi…googling dulu ah.. yang jelas periode tahun 30-an adalah masa kejayaan stasion kereta ini, paling tidak para turis turis terutama turis kebangsaan eropa, mana ada istilah turis asal pribumi dimasa itu yang ada penduduk2 kampung turun ke pinggir rel kereta sambil bekel nasi timbel dan lauk pauk tidak lupa sambal trasi untuk nonton kereta lewat, itulah tontonan sekaligus hiburan keluarga sekitar rel kereta jaman dulu..;-) menurut beberapa literatur beberapa selebrity dunia terutama poster hotel ngamplangdari hollywood salah satunya adalah Charlie Chaplin semua orang tau dengan gaya yang khas dan film bisunya, siapa sangka ternyata pernah mengunjungi stasion cibatu untuk melanjutkan ke daerah berhawa dingin Ngamplang Garut, disana merupakan  salah satu tujuan wisata dengan resort lapangan golf dan Cipanas atau lalayaran situ Bagendit rupanya Chaplin terkesan dengan suasana dan image parahyangan dimasa itu ya  itulah yang dinamakan “jaman normal” oleh orang2 tua dulu, para turis datang dari jakarta atau bandung dengan menggunakan kereta sampai di station  cibatu berhenti untuk transit berpindah kereta atau menggunakan mobil yang menunggu di parkiran stasion menuju garut.

 

cibatu2244

Sy datang ke stasion sekitar bulan Mei 2008 sengaja  hanya untuk merasakan suasana dimasa kecil, sudah 22 tahun sy tidak pernah menginjakan kaki kalaupun melihat paling lewat tanpa masuk kedalam itupun jika lebaran.. keadaannya sungguh jauh  berbeda..kesan pertama yang muncul adalah sepiii..tidak ada aktifitas yang berarti kursi2 tunggu  penumpang kosong, petugas loket karcis pun melamun menunggu penumpang…cibatu27pas ada kereta yang berhenti cuma sebentar selanjutnya senyap..depo atau bengkel kereta kosong hanya 1 gerbong barang yang parkir, mesin2 bengkel yang diwaktu kecil sy lihat dibiarkan menganggur, tertulis dimesin ‘1930’, tembok2 mengelupas, rel rel kereta berubah jadi kebun yang gk jelas maksudnya..sungguh malang..apa yang akan terjadi beberapa tahun kemudian akankah hancur perlahan lahan…pengelola kereta api tolonglah selamatkan Stasion Cibatu…tolong selamatkan dan pertahankan sesuatu hal yang baik yang pernah terjadi di masa lalu…

 

Station Cibatu

station

station

Well..sebagai sebuah tempat yang berperan dalam perkembangan masa  kecil sy, Station Cibatu paling berkesan dan sejarahnya pun cukup “hebat” ya..percaya atw gk di tempat ini kakek moyang sy ikut membangun station kereta ini, merelakan sebagian tanah miliknya untuk dijadikan area station yang jaman dulu station ini dikenal sampei eropa waaaw..kenapa yah… dibangun kurang lebih periode taun 1884 sampai taun 1937 pun masih dibuat perumahan untuk pegawai2 keturunan eropa…

sy akan ceritain kenapa tempat ini begitu berkesan dalam memory hingga saat ini..sewaktu SD sepulang sekolah sama temen2 sy biasa main bola di lapangan di samping rel kereta.. (jangan ngebayangin tempat kumuh kayak station2 di bandung yah banyak gembel, bnyk pedagang ,

tipikal rumah rumah pemukiman eropa sekitar station

tipikal rumah rumah pemukiman eropa sekitar station

station cibatu itu asri, hegar, banyak rumput, sepi, dikelilingi bangunan2 jaman belanda dengan ornamen2 kolonial, ada kolam2 renang bekas noni2 cantik  belanda renang yang terbuat dari batu2 hitam, lantai2 yang mengkilap, dan tentunya si Kuik atau enggak si Gombar lokomotif

sisa sisa lokomotif si kuik

sisa sisa lokomotif si kuik

 tua yang legendaris yang kalau buka puasa selalu berbunyi kuiiiiiiikkkk…wihh merinding…)…oke kita lanjutin ceritanya…seperti biasa maen bola tanpa alas kaki, jangan kan sepatu bola sendal aja di sayang sayang biar gk putus nendang bola.. tau meureun jaman kecil dulu dibeliin sama mamah sendal merk ‘swallow’ seharga Rp.950 mewah banget..kalo gk sendal merk ‘Lili’ yg suka di pake sama aki aki…ahh missed that time..kalo sampai putus kebayang dimarahin..kita dulu main

tempat main bola bareng

tempat main bola bareng

selalu se gank teman satu sekolah..tiada hari tanpa main bareng bareng, berpetualang ketempat tempat yg belum pernah dilihat termasuk station ini..ada satu tempat yang diberi nama “Puteran” artinya di tempat ini tempat dimana muterin kepala kereta atau lokomotif supaya pindah arah, gk kayak jaman sekarang kepala kereta bisa bolak balik arah..nah alat yang namanya puteran itu kita coba dorong rame2 maksudnya biar bisa muter2, jangankan bisa muter geser dikit aja gk

"puteran" sebuah jembatan yang bisa berputar

"puteran" sebuah jembatan yang bisa berputar

hah..bayangin jembatan besi berton ton beratnya ditambah banyak karat..malah kita dimarahin oleh petugas station.
disamping station ada sebuah kampung yang bernama Puteran namanya sama dengan nama alat yang disebutin diatas, dikampung ini tempat bermukimnya inlander2 atau pegawai station orang pribumi, termasuk kakek moyang sy, juga tempat main kita dulu disini pun sama dikelilingi rumah2 dinas dengan bangunan2 jaman breto, tata letaknya enak asri dengan jalan batu..dikampung ini kakek buyut sy tinggal jadi jangan heran kalau sekampung penduduknya masih saudara semua..haha tapi sy tidak tinggal disini sekitar 1 km ke arah timur.

Suatu waktu lagi asik2nya kita main tiba tiba datang rombongan turis bule asal eropa dengan menenteng kamera canggih2 (utk ukuran wkt itu) gede pula, mereka motretin lokomotif2 tua, gerbong2 tua dari kayu yang dinegara asalnya sudah enggak ada sedangkan di kita masih layak dipake bolak balik bandung, tapi ada bagusnya juga, pastinya kita yang lagi maen dipotret juga dong plus salam salaman sambil tersipu sipu bingung mau ngomong apa..seuseurian nu aya, saya baru nemuin foto2 mereka di internet lalu sadar bahwa salah satu yg motret kita dulu mengupload foto2nya ke internet di flickr saat ini setelah sekitar 23 tahun lebih..sayang gk ada foto2 kita dulu difoto diatas lokomotif tua berwarna hitam mengkilap dengan list2 dari kuningan dan bau batubara terbakar yang khas…

Bosan dengan main disekitar bangunan2, dari rumah kita bikin bedil bedilan dari bambu yang digabungkan dengan karet gelang, terus sebagai amunisi kita memakai buah dari perdu yang bernama ‘saliara’ keren namanya ya..buah yang memiliki ekor itu dijepit dibagian pengokang, dengan karet gelang sebagai pegas, buah saliara cukup mantep melesat kena sasaran…bukan sebuah kebetulan tapi memang perdu tersebut tumbuh secara diatur di samping rel2 kereta yang berumur seratus tahun lebih…dengan posisi merangkak sambil membidik disamping perdu saliara, siapa yang menjadi sasaran? siapa lagi kalau bukan penumpang2 kereta yang nongkrong di pintu gerbong kereta atau mereka penumpang yang kepalanya nongol keluar jendela..haha jeprett..jeprett..buah peluru kena kepala atau badan mereka, mereka gk mungkin ngejar kita soalnya kereta lagi maju kencang..salah satu korban seorang bapak2  kena pas kepala botaknya sibapak teriak2 marah sedangkan kita tertawa puas..maafkan kelakuan kita pak maklum lagi hepi2nya main…

rumah dinas tetangga wahyu

rumah dinas tetangga wahyu

Salah satu anggota genk kita adalah anak seorang KS atau kepala station namanya wahyu..dia menempati rumah yang cukup besar bergaya kolonial beratap tinggi halaman luas ada lapangan tennis nya terus halaman belakang cukup untuk main bola ada kolamnya..biasanya dengan wahyu kita selalu keliling2 rumah dinas yang jadi tetangganya kita keluar masuk halaman, main bola dihalaman orang..tidur2an di rumput hijau halaman rumah orang ohh..senangnya..kadang2 masuk ke halaman belakang, main ayunan jaman belanda yg terbuat dari besi dan main dikolam2 renang, kebayang jaman dulu bule2 belanda renang2 disini huhuy noni2 abg, tp sayang enggak kerawat..airnya pun keruh..gak ada yang melarang soalnya mereka tau wahyu anak seorang Kepala Station..where r you guys…

Sy biasa ke bandung diajak Papah naik kereta kalau naik kereta selalu gk bayar soalnya petugas pemeriksa tiketnya masih saudara juga, dari keluarga papah..hehe ..bahkan sering diajak ke ruangan ‘masinis’ atau supir kereta dan juga si bapak masinisnya masih adik dari kakek, weleh2… nepotisme..bahkan kita sekeluarga pernah di ruangan masinis.. inlander banget..ternyata tidak berhenti disitu..setelah saya besar diceritain bahwa salah satu adik dari nenek sy adalah seorang penjaga pintu perlintasan kereta yang enggak mau di angkat pangkatnya saking cintanya menjaga pintu..hmmm padahal dulu manual…dan kakek sendiri kerja di station cibatu jaman dulu..sempat menjadi petugas pemberangkatan kereta..lengkap dengan seragam dan atributnya..ada apa ini keluarga kereta jigana…bersambung..

my Flickr Photos

viet canoe

brick house

brick workzhop

More Photos
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.